Friday, March 9, 2001

Pagi Menyambutku Lagi


pagi menyambutku lagi
dengan dingin sebagai selimut
hening jadi musik ilustrasi
suara enggan menyapa telinya

pagi menyapaku lagi
dengan tetes air di daun
sisa-sisa hujan semalam
kupenuhi rongga dada sepuasku

pagi menyentuh tapak kaki
kubiarkan segenap kulit ari
bermandikan embun pagi
aku belum ingin beranjak pergi
dari galeri ruang mimpi


(9 Maret  2001)



No comments:

Post a Comment