pagi menyambutku lagi
dengan dingin sebagai selimut
hening jadi musik ilustrasi
suara enggan menyapa telinya
pagi menyapaku lagi
dengan tetes air di daun
sisa-sisa hujan semalam
kupenuhi rongga dada sepuasku
pagi menyentuh tapak kaki
kubiarkan segenap kulit ari
bermandikan embun pagi
aku belum ingin beranjak pergi
dari galeri ruang mimpi
No comments:
Post a Comment