Thursday, March 17, 2016
Sunday, February 7, 2016
Tanpa Judul, Tanpa Arti (1)
Bahwa hidup adalah untaian waktu.
Ada siang... ada malam
berganti secara kodrati mengikuti aturan Tuhan.
Ada siang... ada malam
berganti secara kodrati mengikuti aturan Tuhan.
Namun pernah terbebat keinginan,
ketika aku cinta malam-malamku.
ketika aku cinta malam-malamku.
dengan keheningannya,
dengan kerlap gemintangnya,
dengan keramaian sepinya,
dengan bahasa sunyinya,
dengan keakraban aku, jiwaku dan dan nuraniku
Dalam
kecintaanku pada malamku
aku membenci mentari.
Ogah dengan keramaian dan gemersangnya.
Jenuh dengan peluhku dalam diamku.
Bingung dengan ke acuhan antara aku dan jiwaku.
aku membenci mentari.
Ogah dengan keramaian dan gemersangnya.
Jenuh dengan peluhku dalam diamku.
Bingung dengan ke acuhan antara aku dan jiwaku.
Dan aku kerap berharap agar malam
tak lekas pergi dan memberiku waktu lebih lama,
untuk bermimpi.
tak lekas pergi dan memberiku waktu lebih lama,
untuk bermimpi.
(Juni 2000)
Saturday, February 6, 2016
Pagi di Sebuah Persimpangan
Tadi pagi aku disapa pengemis
tatap matanya memelas dan mengiris
tubuhnya ringkih bergelut perjuangan kerastapi kulengoskan wajah dengan malas
pagi itu kutebar ketakpedulian, kekikiran
seorang supir bajaj sedang santai
di dalam bajajnya kumal dan gerah
siap melahap ransum nasi bungkusan
seorang pengemis wanita tua lewat
menyapa dengan tatap lapar lekat-lekat
supir bajaj itu spontan tersenyum dan mengangsur
tawarkan nasinya berlauk daging semur
pagi itu aku belajar tentang kemuliaan,
kedermawanan
(Jan, 2001)
Subscribe to:
Posts (Atom)