dalam keheningan yang terjerat
saat mendentang dua belas nada
kutembusi kegelapan membeku
seluruh yang tidur lelap tertidur
lepas mendesah lepas mendengkur
kemersik daun tepiskan lengang
beradu rintik menimpa di genting
ada lolong menyayat di batas jauh
samar...
nyata...
samar...
putaran nasib, seakan hiasan
memeta di lingkup kamar,
jauh malam semakin jauh
tak peduli aku nikmati sepi
meraup berjuta tebaran kasih-Nya
(Feb 1994)