Monday, May 21, 1990

Lagu itu (Memang) Bukan Untukmu

dan, kulantunkan lagu itu perlahan
dengan sepenuh getar di dada
mataku terpejam meresapi setiap kata
nada indah meliuk; kesunyian memeluk
kulantunkan lagu itu perlahan
sambil berharap kau berdiri di depanku
kukatupkan kelopak mata dan terus memejam
sambil mencoba meletakkan bayangmu disana
dan yang kudapat hanya tatapmu yang beku
dengan seulas senyum kaku

kulantunkan lagu itu perlahan
kata demi kata, bait demi bait
kuulang dengan keinginan yang membahana
dan tepuk tangan kuterima tanpa rasa
ditelan kepedihan tak terkata

lagu itu (memang) bukan lagi untukmu


(21 Mei 1990)
-Hotel Indonesia, pengalaman pertama



Terpana

merdu mendayu
lantunnya tak henti memukau
ketika langkahku mati
dan aku menoleh nyaris tanpa rasa
ada gaung membelai telinga
memaksaku terpana, kurasa

tatapnya mematriku, malam itu
memaku waktu, berhenti
geraknya lembut gemulai
dan syahdu malam kusemai


(21 Mei, 1990)
-In the lobby


Saturday, May 19, 1990

Seribu Wajah


seribu wajah berkelebat
berserabutan memenuhi benak
yang satu kuingat
yang satu kulupa
yang satu kurindu
yang lainnya tak peduli siapa

wajah-wajah itu berkelebat
meninggalkan catatan rindu
mengajakku kembali ke masa lalu


(19 Mei 1990)
-kangen-