Saput, gelap, senyap, kalut
aku berlari, telah lelah kini
jalan ke ujung, dirundung
silau,
parau
oh, bianglala yang indah
dia telah pudar sudah
tergugu
aku ‘lah letih
sendiku mati
duduk... duduk... duduk...
redup... redup...
lena terlentang, alam mendatang
rembang petang
lalu lama hilang
fajar ‘lah menyingsing menjelang
panasi embun
gemeritik
damai kuracik....
No comments:
Post a Comment