Kembali
aku ke duniaku, berteman kesepian yang ramai. Mencumbu keramaian yang
sunyi. Bergelut hening yang menyergap. Syahdu erat memelukku dengan
riang, seakan selalu menyapaku, ‘Selamat datang…’. Tepat ketika
kumatikan tv yang cerewet dan segenap suara bising lenyap menguap.
Berganti serenade malam mengajak jiwaku kembali bernyanyi… seperti dulu.
Kubiarkan
perasaan ini mengalir bersama waktu. Kunikmati suara-suara sepi menyapa
sukmaku. Detak jam dinding, gaung dengung nyamuk, kemerisik daun dan
kepak kelelawar sesekali. Semua meningkahi damainya suasana malam
sumringah. Riuh menyambutku ke pintu masa lalu, ke masa ketika aku cinta
malam-malam yang ramah.
Lembut
mataku menyapu sekitar ruang yang diam, menyapa kursi-kursi yang lelap
tertidur. Berteman dinding-dinding yang halus mendengkur. Ah… kusadari
begitu lama kita tak lagi bertegur sapa.
Lewat
tengah malam… Sesekali pekik burung malam memanggil, mengajakku
beranjak ke luar meski hawa membuatku menggigil. Rumputan merunduk dan
kuncup daun, kelopak bunga terpejam erat. Seluruhnya tertidur dibelai
butiran udara dingin dan sinar bulan.
Lewat
tengah malam… Udara sekitarku semerta menghangat ketika helaan nafas
panjang terlepas, membawa gundah lebur bersama angin dingin dan
mengembun di pucuk-pucuk daun.
Lewat tengah malam… Sukmaku terjaga menanti pagi.
(7 Mar 2001, 01.05 am)
-begadang-
No comments:
Post a Comment