Thursday, March 8, 2001

Lewat Tengah Malam...

Kembali aku ke duniaku, berteman kesepian yang ramai. Mencumbu keramaian yang sunyi. Bergelut hening yang menyergap. Syahdu erat memelukku dengan riang, seakan selalu menyapaku, ‘Selamat datang…’. Tepat ketika kumatikan tv yang cerewet dan segenap suara bising lenyap menguap. Berganti serenade malam mengajak jiwaku kembali bernyanyi… seperti dulu.

Kubiarkan perasaan ini mengalir bersama waktu. Kunikmati suara-suara sepi menyapa sukmaku. Detak jam dinding, gaung dengung nyamuk, kemerisik daun dan kepak kelelawar sesekali. Semua meningkahi damainya suasana malam sumringah. Riuh menyambutku ke pintu masa lalu, ke masa ketika aku cinta malam-malam yang ramah.

Lembut mataku menyapu sekitar ruang yang diam, menyapa kursi-kursi yang lelap tertidur. Berteman dinding-dinding yang halus mendengkur. Ah… kusadari begitu lama kita tak lagi bertegur sapa.

Lewat tengah malam… Sesekali pekik burung malam memanggil, mengajakku beranjak ke luar meski hawa membuatku menggigil. Rumputan merunduk dan kuncup daun, kelopak bunga terpejam erat. Seluruhnya tertidur dibelai butiran udara dingin dan sinar bulan.

Lewat tengah malam… Udara sekitarku semerta menghangat ketika helaan nafas panjang terlepas, membawa gundah lebur bersama angin dingin dan mengembun di pucuk-pucuk daun.

Lewat tengah malam… Sukmaku terjaga menanti pagi.


(7 Mar 2001, 01.05 am)
-begadang-

No comments:

Post a Comment