Tiba-tiba
aku merasa begitu besar getar-getar merebak, menyeruak di segenap
ruang. Di relung perasaanku. Setiap saat berlalu dengan nyanyian merdu,
semerta bergema jauh menyentuh selaput gendang telinga. Bermain-main
dalam alunan nada tinggi rendah berirama berbirama.
Pagiku
mengalir dalam kesegaran aroma tanah basah meraja, dan nuansa sisa
embun di rumput hijau, berpendar berkilau. Diterpa sinar emas mentari
pagi. Pagi yang selalu mengajakku terpejam mata dalam-dalam. Menikmati
segenap indraku terjaga. Menikmati indahnya alam raya.
Satu...
dua... helaan nafasku. Aku mendesah dalam kelegaan seluruh rongga. Aku
merengkuh segenap getar ini tercurah. Seiring jatuhnya pagi.
Ah....
Aku tak ingin terjaga dari tidur panjangku bila ini semua cuma
sepenggal cerita pengisi ruang mimpi. Seiring bergulirnya waktu semalam.
(8 May, 1998)
