dari beritaberita dan tetanggatetangga
menyentakku dari kealpaan
bahwa sesungguhnya tak ada akhiran
kecuali satu tempat nanti segala abadi
satusatu kematian menjemput
tak jauhjauh, melekati raga
tiap kali aku berkaca
tak jemu-jemu mematut-matut
tak jemu-jemu mematut-matut
dan lupa sesuatu tengah terjadi:
selsel kulit yang mati dan berlepasan
selsel kulit yang mati dan berlepasan
gigi-gigi yang merenggang centang perenang
helaihelai rambut memutih menjarang
mengulai, melemah, menua didera tempaan
sesungguhnya aku menyaksikan kematian
menyapa dengan caranya diam-diam
menyadarkanku tentang batas akhir
saat dimana kupertanggungjawabkan semua
nafas, usia dan harihari yang terbuang percuma
lupa bersyukur dan lupa dzikir
(26 april 2004)
