Tuesday, December 12, 1989

Andai Sirna Serupa Buih




andai akhir sirna serupa buih
aku akan berdiri di pantaimu
'kan kunanti ombak datang merepih
dan bawaku arungi laut biru

andai awal muncul bermula lirih
aku akan melantang lalu bertalu
'kan kularung rindu serupa benih
mencintamu aku tak kenal waktu


(1989)



Friday, December 1, 1989

Galau Bahasaku


Tiada pernah kubertemu
bola mata seindah matamu
menyeruak, berpendar, berbinar
ke dalam sanubariku bergetar

Tiada pernah kumendengar
semerdu suaramu hadirkan debar
mengalun lembut ‘bak alunan nada
menggoda, gelitik gendang telinga.

Ah,
ada getar menjalari jiwa ini
gerakkan penaku gores berbait puisi
melukis indahmu, segala tentangmu
tentang inginku menyitatap matamu
bersidengar getar swaramu.

Ah,
galau kini bahasaku
tertekan rasa cinta berjuta
kau dengarkah?


(1989)

Wednesday, November 29, 1989

Tanpa Judul #4

percintaan kita adalah kebingungan
rindu yang tertepis kenyataan
seperti air yg kucurah di tengah hujan
semua sia-sia
semua kan hilang
dalam arus yang tak berakhiran


(29 November 1989)

Saturday, November 4, 1989

Galau Aku

aku nggak ngerti apa yang membuatku
nggak pernah bisa mematikan
seluruh perasaanku kepadamu
apakah karena keinginan memiliki kamu,
yang nggak bisa aku buang?
atau harapan yang nggak pernah padam?
padahal memilikimu suatu kemustahilan?
tapi aku tetap nggak ngerti,
kenapa aku nggak bisa berhenti
mencintai kamu...
nggak usah kamu takjub
karena aku sendiri pun heran...


(04 Nov '89)

Friday, September 1, 1989

Kuduslah Sepi


kuduslah sepiku
sepinya berjuta swara
mengalun di simpangan lalu
hempit penat asa segala

membatu hatiku
merengkut beku
jelang nuansa temaram
lepas semua dendang

aku desah
selaksa gundah gulana
uh...
ah...


(September 1989)
*Episode menelaah diri sendiri

Tuesday, August 1, 1989

Serenade Senyap


gaung malam menyeruak,
sukma  terhimpit terdekap sesak
lemah tergolek tanpa daya
merupamu rindumu meraya

cahaya mengelam malam merayap
segala tentangmu lekat mendekap
mengetuki dinding jiwa merekah
gelap menyengat resah gundah

Ah!
Sakit!
Nyelekit!

jiwaku sakit menghela
rindu yang tak pernah pudar
melukiskan bayang tanpa rupa
selembar wajahmu berpendar


Siram, 1989)

Thursday, July 6, 1989

Sesungguhnya, Aku...


sesungguhnya,
aku tak ingin kehilangan kamu
karena jika itu terjadi aku akan kehilangan
satu-satunya hati yang kumiliki
kau yang telah mengambilnya,
lama sebelum akhirnya kau tahu

tapi jika itu yang harus terjadi
tak apa. aku tak akan memintanya kembali
kau telah memberiku kebahagiaan
dan kenangan indah yang lebih dari cukup
untuk menghapus sebesar apapun kepedihan
yang kutuai dari perpisahan ini

kita sama-sama menyadari sejak semula
kau, aku dan akhir perjalanan ini
adalah perpisahan yang pasti

tak akan ada lagi mimpi...




6 Juli 1989