Saturday, April 28, 2001

Ketika Semua Lelap



ketika semua lelap
dalam tidur, dalam mimpi
bermusik hening dan sepi
aku terjaga oleh resahku

mataku terbentang
terseret kerlip gemintang
guyuri aku sepanjang jalan
mencari arah digelap jalan

aku lepaskan seluruh beban
di kepastian dan keraguan
di keabadian dan kefanaan
di lelapku semua terpendam


(28 April 2001)

Monday, April 23, 2001

Pulang(1)


dan daun yang terkulai layu
gugur, rebah ke peraduan terakhir
melepas detak-detak lemah yang tersisa
di tengah sanak kadang dan orang tercinta

dan tanah merah menyambutmu, pulang
ke padang kehidupan abadi
disana, di dimensi yang hakiki
meninggalkan mata menerawang
jiwa-jiwa hampa dan lengang

sore menyapa mentari redup dan angin semilir
ketika taburan mawar dan seroja terakhir
menebarkan wanginya yang pilu mengiris

selamat jalan...
wahai tubuh yang renta
nyi uyut kami tercinta


(Ciledug, 23 April 2001
-pengalaman batin-

Pulang (2)


(Kepada Nyi Uyut)

tiba-tiba aku rindu wajahmu
dengan kerut-kerut yang dalam
bercerita tentang masa ke masa
bertahun lamanya

yang kuingat hanya ketika kau senyum
dengan tawa terkekeh terlontar merdu
dari mulutmu yang keriput tak bergigi
dan matamu yang selalu tertawa berseri

yang kukenang hanya kerentaan buku jarimu
yang dingin dan bisu menyentuh keningku
ketika kuucapkan selamat jalan;
kali terakhir

yang tertinggal hanya kenangan
mengganti sesuatu yang hilang;
sosokmu yang damai menyejukkan


(Ciledug, 23 April 2001)
-pengalaman batin-

Friday, April 20, 2001

Akulah Angin



Akulah angin
Menyejukkan sesiapa
Membelai tiap kulit
Tak terlihat
Tak dianggap


(April 2001)


Tuesday, April 10, 2001

Akulah Cadas



akulah cadas di karang pantai
ditempa debur ombak dari masa ke masa
terhempas angin basah yang menderu
menggerus jiwaku yang membatu
aku ingin menjadi dewasa


(10 April 2001)

Friday, April 6, 2001

Mengapa Mesti Bosan Ada?



mengapa mesti ada bosan
atau enggan, atau malu
sedang waktu tak pernah tertawa
menoleh pun tak jua

tidak kemarin
tidak hari ini


(2001)