20 February 2014 at 16:52
*catatan buat Aqil-Aqil yg bersemayam di dalam setiap kita
gemerlap, semerbak, ketika kau bersayap
di puncak, kuasamu, melanglang, melayang
kini terpuruk, tersungkur, di sudut kau meratap
mendosa, duka, tangisi nikmatmu yang hilang
pernahkah kita bercermin, tanpa kaca, tanpa mata
menekuri gurat-gurat, lembaran yang tersisa
begitu banyak catatan cacat masa lalu tak terhapus
di sisa hari-hari yang makin legam terberangus
termenung, tercenung, ketika jiwa terbelah
di kerendahan di kesadaran semerta merebak
kini terdesah, tengadah, di selembar sajadah
meminta, menyapa, peluki imanmu menyeruak
(sesungguhnya Dia, sebaik-baik tempat kita kembali)
Cilandak, 20 Feb 2014