Monday, January 15, 2001

Tentang Waktu…


waktu...
tak pernahkah sekali saja,
kita berhenti?
sesaat itu napas...
rotasi...
detak...
kerut-merut...
dan seluruh gerak,
ada dalam jeda

pagi kadang datang terlalu cepat
ketika malam masih lagi ingin kupeluk
dan mata pun sudah harus pula terjaga!
ketika aku belum lagi siap beranjak dari saat ini
dalam letih kakiku enggan beranjak meniti
menit-menit yang baru

akankah waktu henti???


(Jan 2001)


Saturday, January 13, 2001

Terkadang Kuingin, Kurindu, Kulekat


terkadang kuingin jalani
jelajah ruang dan waktu
ke masa lalu kukembali

terkadang kurindu saat
aku menjerit gembira
selonjor diatas pelepah kelapa
meluncur deras turuni lembah
berdebur di dinginnya air kali

terkadang kulekat saat
aku tengah didekap erat
lengan kekar tangan ayahku
melemparku ke udara bebas

melayang aku 
jatuh dalam riangku
ketikakuingin kembali...


(Jan, 2001)
potret kanak-kanak

Tanpa Judul (2)

siapa gerangan wajah polos itu?
dengan senyumnya sumringah
gigi-gigi kuning yang berkarat
(karena malas disikat)
kurus bertelanjang dada
peduli gurat-gurat tulang iga terpeta
(karena kurang gizinya)
pada mukanya gurat tak berdosa
tak ada sinar di cekung matanya
tapi wajah itu segar!

ah, ternyata rentang waktu
tak pernah dapat memelukku
mengajakku kembali pergi
ke masa kekanakanku berseri


(Jan 2001)
Tengah malam, potret-potret kusam

Friday, January 12, 2001

Dead Lock


jemariku kaku...
hatiku beku...
ideku membatu...
aku tergugu...

kala hatiku mati
nuraniku pun membisu
kemana gerangan kata-kata itu
dimana wahai bait-bait berlagu

ah...
aku memang tengah galau
dan kacau!!!

(rasanya memang ada yang hilang)


(12 Jan 2001)

Perjalanan


malam ini aku berjalan
berpayung berpeluk kabut
sekitarku lelap tertidur
lengang mengikatku lembut

aku menyapa Tuhan
dalam hela napas kekagumanku
mendengar sabda dan teguran
di jiwaku lagu menyatu

segenap bintang berserak mengerjap
membasuh kagumku seluruh
remukkan getas keakuanku
lebur bersama doa dan keluh

perjalanan batinku usai
terusik pagi dan terjaga
sukmaku menggeliat
kureguk lega


(Jan, 2001)
awaken


*posted

It’s Me...

It’s Me...


aku adalah manusia;
aku adalah tubuh,
aku adalah jasad yang berjiwa
aku adalah satu nuansa,
yang sarat dengan aneka rasa
aneka rona

aku adalah senyawa;
yang dipenuhi kegelisahan
aku adalah puisi;
yang menyanyikan keresahan

aku adalah lukisan;
warna yang penuh keceriaan
berbingkai romansa lukisan
pulasan warna-warna cinta,
aku lah nuansa rindu tak jenuh

aku adalah beraneka;
dan lain-lain
aku adalah keinginan
tentang siapa aku
aku melukis diri
tanpa raga hanya kata-kata
aku terlihat tanpa perlu dilihat

aku ingin dikenali tanpa rupa
aku setitik debu, di tengah angkasa


(12 Jan 2001)
#itsme #puisi #poetry #poemer #words #love

Thursday, January 11, 2001

Terkadang aku rindu pagi...



Malamku datang kembali
menyanyikan senyap yang mati
menyuarakan seribu pesan
ketika sesang kebisuan
mencumbuku berkali-kali

Kudekap bayangku yang letih
dan memapahnya tidur diperaduan
berselimut malam dan bintang bergantian
terjaga kesadaranku merepih
menanti suara-suara berdatangan

Saat ini aku rindu pagi...


(Jan, 2001)


Wednesday, January 10, 2001

Harapku (1)


kadang
aku berharap berada
di sebuah ruang tanpa batas,
sebuah dataran luas tanpa langit...
tanpa matahari dan sengatannya,
sebuah kebenderangan
tanpa redup dan kegelapannya...
sebuah tempat
dimana aku bisa berlari, berjalan
seenak hati,
berguling sesukaku,
telentang semauku,

dapat tidur dan terjaga
tanpa hirau siang dan malam menyapaku,
dapat berteriak
tanpa ada bising dan parau
menyergap telinga dan pita suaraku

kadang
aku tak tahu
keinginanku
keenggananku


(2001)



Hari ini dan kemarin


hari ini dan kemarin
aku meliwati satu hari yang hilang
berlari-lari lelah letih
satu diantaranya terbuang

hari ini dan kemarin
segenap genggamku keram patah asa
rantai itu pupus sudah
tak ada lagi kesatuan kata-kata


(Jan 2001)

Monday, January 8, 2001

Cinta Dari Jendela SMP



aku datang sore itu
dengan secawan cinta
jauh tanganku mengangsur
memberimu ruang dan waktu
untukmu reguk cintaku
dan kugerai hatiku

kau cuma menatap
dengan tirai dahi
selubungi

dan aku berlalu sore itu
tergugu


(Jan 2001)

Sunday, January 7, 2001

Dari Jendela SMA


pada matamu, kutangkap sinar lembut mentari
kepolosan dan kedewasaan berharmoni
sejuk dipandang, resah dipejam

pada gerakmu, kujejak keanggunan bak putri
selentur kemayu gerak penari
lekuk membentang, gelisah terejam
pada tawamu, kurangkai alunan lagu
gelombang yang menyisakan rindu
menggema di jiwa, hanyutku terlena
pada segalamu, kuredakan getar
sentak yang menggelorakan sukma
lembut yang melukiskan rupa
kau yang mengisi mimpi, nyata dan ada
kau yang mengusik keinginan resah tiba-tiba
kehadiranmu,cumbui gelisahku
 
pada seluruhmu, kukenali satu
kata yang kusebut cinta


(Jan 2001)

Sepenggal Harapan


 

Andai mati dapat dipesan, maka aku akan berdiri pada baris terdepan dan akan kutorehkan waktu terjagaku setelah kematianku.

Andai waktu berulang, maka akan kupesan bila dan dimana, bagaimana dan sebagai siapa aku harus lahir kembali

Waktu tak pernah henti meski ketika lahir dan mati


(2001)


Dalam Keheningan (1)



Yaa Rabb,
hari ini aku kembali mengadu padaMu
aku kembali melihatku,
pada wajah yang pucat keruh
jiwa yang kian kehilangan ruh
hati yang semakin lupa tawadhu
jemari yang kering dari wudhu

Yaa Rabb,
aku ingin kembali ke rahmatMu
menata kembali relung-relung hati
ruang yang di dalamnya Nur Ilahi terpatri
dan terangi gelap yang terjebak di kalbupisahkan gelisah dan lapangku
dan menjadikanku lurus di jalanMu

Yaa Rabb,
temani aku malam ini dalam iman
susutkan dosaku yang tak terhitungkan

ridhoi sukmaku masuki jannah
syurga yang hanya bisa kureguk berkat rahmah
kasih sayangMu, ampunanMu


(Jan 2001)

Malamku, Sepiku



malamku
gelap membukakan
mata yang terpejam
rindu dendam

sepiku
hening bersuara
mengikis tuli di serat hati
dendangkan mimpi


(Jan 2001)

Saturday, January 6, 2001

Kearifan



kearifan lahir
dari kematangan
putik-putik kesalehan

kearifan hadir
seiring kebersahajaan
mata, lidah, jiwa, perasaan

kearifan ada pada kita
terpendam


(2001)

Silent Speak…



meja yang padanya terserak kertas buram
tak adakah kata yang bisa kausampaikan
sesuatu untuk melepasku dari belenggu
jeratan erat dari sekat-sekat masa lalu

tinta pena yang padanya aku tenggelam
tak adakah kisah yang bisa kau rangkai
ajak jari-jariku yang lelah mencercah
menggurat rindu di pikiranku membuncah

rona rupaku yang padanya buram tak berjiwa
mengguratkan muram tanpa senyum tawa
gerak yang menyisakan langkah lemah
tinggalkan jejak-jejak jiwa yang terbata patah

aku yang kian terserak kertas buram
goreskan tinta pena dan tenggelam
tak berwarna, selain noktah hitam
seperti hari-hari yang silam dan kini sama
detak kehidupan yang sepertinya tanpa makna


(Januari 2006)
potret sepanjang masa

Thursday, January 4, 2001

Kepedihan Adalah




aku menatap sekuntum bunga
tepat di depanku sejangkauan
harumnya indah penuh mempesona
namun sebesar apapun kuinginkan
aku tak mampu meraihnya,
tak sanggup memetiknya

itulah kepedihan!


(Jan, 2001)