
ketika hatimu meronta
pada sesuatu terikat
pada pepat mendesak
bukalah simpul di hatimu
biarkan nafas merebak
agar lega dan bebas
dari dekapan bebat penat
ketika hatimu merindu
mengapa tak kau bisikkan
namanya pada temaram senja
terpampang di mega-mega
dan hembusan desir angin
memaksanya untuk singgah
di gendang telinganya
maka bukalah hatimu!
ketika meronta, ketika merindu
kelak akan kau dengar serenade
mengalun syahdu di mimpimu
(1990)
your comment on this poetry is highly appreciated
ReplyDelete