
Lelah,
tlah lama rasanya menghimpit raga
merengkuh remas remuk redam
rangkai telulang, alang kepalang
Aku lelah menguntit nyipit-nyipit
papaki wajah jelita
waktuku tertinggal, hilang terbilang
paksa bilah jari
gapai dikau, dewi.
(Ah, kiranya ‘ku salah memijak
tempatku berdiri berderak-derak
hingga ku tak mampu menjejak)
Hhh...
Aku terduduk selonjor lutut
No comments:
Post a Comment