pagi, kusapa matahari sekali lagi
perlahan merangkak beranjak
detik demi detik surya menapak
jalani rotasi ini hari
pernah, aku berharap pagi membatu
lantang tak lekang oleh waktu
saat butiran air nyaman memeluk daun
menebar dingin sejuk mengalun
menebar dingin sejuk mengalun
pagi, pernah aku mereguk asa
meraih butir mutiara pagi itu
basuh seluruh ruas wajahku
sirnakan nista pembalut raga
namun pagi yang sirna seniscaya
berlalu, menghangat, lebur mengudara
melayang melanglang seiring waktu
sesingkat kehadiranmu di ruas jari-jariku
melayang melanglang seiring waktu
sesingkat kehadiranmu di ruas jari-jariku
(Jan, 1990)
No comments:
Post a Comment