Sunday, February 7, 2016

Tanpa Judul, Tanpa Arti (1)





Bahwa hidup adalah untaian waktu. 
Ada siang... ada malam 
berganti secara kodrati mengikuti aturan Tuhan.

Namun pernah terbebat keinginan, 
ketika aku cinta malam-malamku.
dengan keheningannya,
dengan kerlap gemintangnya,
dengan keramaian sepinya,
dengan bahasa sunyinya,
dengan keakraban aku, jiwaku dan dan nuraniku

Dalam kecintaanku pada malamku 
aku membenci mentari. 
Ogah dengan keramaian dan gemersangnya. 
Jenuh dengan peluhku dalam diamku. 
Bingung dengan ke acuhan antara aku dan jiwaku.

Dan aku kerap berharap agar malam 
tak lekas pergi dan memberiku waktu lebih lama, 
untuk bermimpi.


(Juni 2000)

No comments:

Post a Comment