Bahwa hidup adalah untaian waktu.
Ada siang... ada malam
berganti secara kodrati mengikuti aturan Tuhan.
Ada siang... ada malam
berganti secara kodrati mengikuti aturan Tuhan.
Namun pernah terbebat keinginan,
ketika aku cinta malam-malamku.
ketika aku cinta malam-malamku.
dengan keheningannya,
dengan kerlap gemintangnya,
dengan keramaian sepinya,
dengan bahasa sunyinya,
dengan keakraban aku, jiwaku dan dan nuraniku
Dalam
kecintaanku pada malamku
aku membenci mentari.
Ogah dengan keramaian dan gemersangnya.
Jenuh dengan peluhku dalam diamku.
Bingung dengan ke acuhan antara aku dan jiwaku.
aku membenci mentari.
Ogah dengan keramaian dan gemersangnya.
Jenuh dengan peluhku dalam diamku.
Bingung dengan ke acuhan antara aku dan jiwaku.
Dan aku kerap berharap agar malam
tak lekas pergi dan memberiku waktu lebih lama,
untuk bermimpi.
tak lekas pergi dan memberiku waktu lebih lama,
untuk bermimpi.
(Juni 2000)
No comments:
Post a Comment