Tadi pagi aku disapa pengemis
tatap matanya memelas dan mengiris
tubuhnya ringkih bergelut perjuangan kerastapi kulengoskan wajah dengan malas
pagi itu kutebar ketakpedulian, kekikiran
seorang supir bajaj sedang santai
di dalam bajajnya kumal dan gerah
siap melahap ransum nasi bungkusan
seorang pengemis wanita tua lewat
menyapa dengan tatap lapar lekat-lekat
supir bajaj itu spontan tersenyum dan mengangsur
tawarkan nasinya berlauk daging semur
pagi itu aku belajar tentang kemuliaan,
kedermawanan
(Jan, 2001)
No comments:
Post a Comment