sorot matamu yang merindu
ketika aku datang pagi tadi
seperti padang gersang tak berperdu
menanti hujan bertahun pergi
selama itukah aku tak datang menjengukmu?
seperti tubuh yang bergerak tanpa jiwa
menggeluti kerja bak pecandu
menggeluti kerja bak pecandu
waktu tak sempat lagi menyapa;
pagi sore siang malam berlalu
sedalam itukah aku lebur dengan angka-angka?
ibu, sisakan untukku haribaanmu
tempatku rebahkan kekanakan yang lelah
jangan kau menua dulu, ibu!
masih ada jiwaku yang selamanya bocah
masih ada jiwaku yang selamanya bocah
(23 Mei 2001)
No comments:
Post a Comment