dan daun yang terkulai layu
gugur, rebah ke peraduan terakhir
melepas detak-detak lemah yang tersisa
di tengah sanak kadang dan orang tercinta
dan tanah merah menyambutmu, pulang
ke padang kehidupan abadi
disana, di dimensi yang hakiki
meninggalkan mata menerawang
jiwa-jiwa hampa dan lengang
sore menyapa mentari redup dan angin semilir
ketika taburan mawar dan seroja terakhir
menebarkan wanginya yang pilu mengiris
selamat jalan...
wahai tubuh yang renta
nyi uyut kami tercinta
(Ciledug, 23 April 2001
-pengalaman batin-
No comments:
Post a Comment