Friday, June 1, 1990

Tentang Senja…

 
 
Mengapa senja begitu kau puja?
seolah waktu kan habis
di putihnya pantai yang terkikis

Masih ada lagu pagi esok hari
dan hamparan sejuk butiran embun
Yang mendingin di kulit-kulit ari
kaki-kaki elok para bidadari
menyelesaikan tariannya

Dan sayapnya menebar benih:

masih ada cinta hari ini
untuk hati yang selalu bernyanyi!

Dan aroma rambutnya merebak:

mengetuk pintu yg terkunci,
menguak sekat yg tercekat,
menelusup celah-celah perindu

Tuntun sesiapa mencari belahan jiwanya


(Juni 1990)

No comments:

Post a Comment