Tiada pernah kubertemu
bola mata seindah matamu
menyeruak, berpendar, berbinar
ke dalam sanubariku bergetar
ke dalam sanubariku bergetar
Tiada pernah kumendengar
semerdu suaramu hadirkan debar
mengalun lembut ‘bak alunan nada
mengalun lembut ‘bak alunan nada
menggoda, gelitik gendang telinga.
Ah,
ada getar menjalari jiwa ini
gerakkan penaku gores berbait puisi
melukis indahmu, segala tentangmu
tentang inginku menyitatap matamu
tentang inginku menyitatap matamu
bersidengar getar swaramu.
Ah,
galau kini bahasaku
tertekan rasa cinta berjuta
kau dengarkah?
kau dengarkah?
No comments:
Post a Comment